10 Ciri Kepribadian yang Harus Dimiliki oleh Seorang Muslim


Beberapa waktu yang lalu, aku ikut kajian online yang diadakan oleh MT.Khairunnisa. Iya, alhamdulillah sekarang makin banyak Majelis Taklim yang mengadakan kajian online, mengingat adanya pandemic yang membuat kajian hanya bisa dilakukan melalui online, tanpa boleh bertemu fisik.

Kajian kali ini begitu menamparku. Setiap yang dikatakannya benar. Dan setiap ciri yang diutarakan membuatku ingin mengasah diri untuk bisa menjadi pribadi Muslim yang ideal. Karena, semua yang dicirikan inshaallah benar-benar bisa menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Dalam setiap urusan, dalam setiap tantangan.

Well, ini adalah rangkuman dari kajian aku ya darling, semoga bermanfaat, semoga bisa membuat diri makin terdorong untuk memiliki ke 10 ciri ini, inshaallah khair.

10 Ciri-ciri Kepribadian yang Harus Dimiliki oleh Seorang  Muslim

1. العقيدة سليم – Salimul aqidah – Akidah yang Lurus

Akidah yang lurus (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada dalam diri setiap muslim. 
Dengan akidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuanNya. 
Dengan kebersihan dan kemantapan akidah, seorang muslim akan menyerahkan segala 
perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya:

"Katakanlah (Muhammad), “ Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua 
hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam" (QS Al An’am:162)

Dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan 
akidah, iman atau tauhid.

Firman Allah SWT dalam surah Azzumar :
" Jika kamu menyekutukan Allah, niscaya amalmu akan terhapus dan kamu termasuk orang 
yang rugi." (Surah Azzumar: 65)

2.العبادة صحيح – Shahihul Ibadah – Ibadah yang Benar 

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, 
dalam satu haditsnya, beliau menyatakan:

"Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat."

Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan 
haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw.

3. الخلق متين – Matiinul khuluq – Akhlak yang Kokoh

Akhlak yang kokoh/mulia (matiinul khuluq) merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh 
setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. 
Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di 
akhirat.

Begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk 
memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung 
sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an.

Allah berfirman yang artinya:
‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4)

Sabda Rasulullah S.a.w :
“Mukmin yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling baik akhlaknya” (Hadith 
riwayat at-Tirmidzi)

4. الجسم قوي – Qawiyyul jismi – Jasmani yang Kuat

Kekuatan jasmani (qawiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. 
Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat 
melaksanakan ajaran Islam secara optimal.

Dakwah adalah berat pada tanggung jawab dan tugasnya, maka di sini perlunya seorang muslim 
itu memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Rasulullah saw menitikberatkan soal ini, sabdanya:

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dikasihi Allah dari mukmin yang lemah."(HR. 
Muslim).

Kita juga hendaklah sentiasa memeriksa kesehatan diri, mengamalkan riyadhah (berolah raga)
dan tidak memakan atau minum suatu yang bisa dan diketahui merusak badan.

5. الفكر مثقة – Mutsaqqaful Fikri - Wawasan yang Luas

Memiliki wawasan yang luas dan intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu 
sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fathonah (cerdas) dan 
Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir.
Contohnya firman Allah maksudnya:

Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘Pada keduanya itu terdapat 
dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari 
manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang 
lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu 
berpikir (QS 2:219).

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai 
dengan berpikir. Seorang muslim harus memiliki pemahaman tentang Islam dan keilmuan yang 
luas. Coba kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan
pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Allah berfirman:

“Katakanlah, ‘Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?’
Sesungguhnya orang-orang yang berakal lah yang dapat menerima pelajaran.” (QS 39:9)

Seorang muslim perlu berpengetahuan tentang Islam dan wajib menyampaikan ilmunya 
(berda’wah), harus mampu membaca Al-Quran dengan baik, tadabbur (mengaji isi kandungan Al 
Qur’an), sentiasa mempelajari sirah (sejarah kehidupan Rasulullah Saw), kisah salafus shalih dan 
kaidah serta hukum yang penting. Selain itu, harus memiliki satu cabang ilmu pengetahuan dan 
paham secara mendalam di bidangnya.

6. النفس مجاهدة – Mujahadatun Linafsihi – Terjaga Hawa Nafsunya

Bisa menjaga hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus 
ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik 
dan yang buruk.

Rasulullah Saw bersabda :
Tidak beragama seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa 
yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. وقته على حريص – Harishun ‘ala Waqtihi – Bisa Mengatur Waktu

Memiliki kemampuan untuk mengatur/manajemen waktu (harishun ‘ala waqtihi) merupakan 
faktor penting bagi seorang muslim. Waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari 
Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama 
waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal ‘asri, wallaili dan sebagainya.

Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama yaitu 24 jam sehari 
semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan ada manusia yang rugi. 
Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena 
itu setiap muslim amat dituntut untuk menjaga waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat 
berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia.

Nabi Muhammad Saw mengingatkan kepada umat manusia :
Ingat lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu waktu hidup sebelum mati, sehat 
sebelum sakit, muda sebelum tua, lapang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. شئونه في منظم – Munazhzhamun fii Syuunihi - Teratur Urusannya

Teratur dalam urusannya (munazhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim 
yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang 
terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan 
dengan baik.

Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik 
sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara 
profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian 
darinya.

Bersungguh-sungguh, bersemangat, bekerja secara sistematis dan berkorban adalah satu usaha 
yang baik dalam menguruskan sesuatu urusan. Sabda Rasulullah Saw :
"Sesungguhnya Allah sangat menyukai, apabila kamu melakukan sesuatu amalan, kamu 
lakukannya dengan bersungguh-sungguh"

9. كسب على قادر – Qadirun ‘ala Kasbi – Mandiri dalam Penghasilan

Mandiri dalam berpenghasilan atau memiliki kemampuan usaha sendiri (qadirun ‘ala kasbi) 
merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat 
diperlukan.

Seorang muslim walaupun kaya, perlu bekerja selain perannya yang utama sebagai da’i. Dalam 
bekerja, seorang muslim harus bersungguh-sungguh dan berpegang pada kebenaran (ihsan), 
menjauhi hal yang haram, menjauhi riba dan memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan 
sebaik-baiknya.

Terutama laki-laki yang berkewajiban menafkahi keluarga, harus mandiri dan tidak 
menggantungkan diri pada orang lain (meminta belas kasihan orang lain dan tidak berdaya). Oleh 
karena itu, penting untuk memiliki skill dan ilmu, agar mampu mencari nafkah yang halal dan 
baik.

Rasulullah Saw bersabda: 
Sesungguhnya Allah mencintai orang mu’min yang bekerja. (HR. Thabrani, Baihaqi dan Al 
Mundziri dari Ibnu Umar, ra.)

10.لغيره نافع – Nafi’un Lighairihi – Bermanfaat Bagi Orang Lain

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighairihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. 
Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, perannya 
akan berfaedah bagi umat.

Muslim adalah penggerak dakwah dan Islam. Masa depan Islam, hidup dan terkuburnya Islam 
bergantung kepada muslim. Amal Islam seorang muslim ialah untuk menyelamatkan orang lain 
dari kesesatan. Seorang muslim akan sentiasa merasa gembira bila dapat membantu orang lain. 
Paling indah dalam hidupnya adalah jika dia dapat mengajak seorang manusia ke jalan Allah.

Rasulullah saw bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).

Rasulullah juga mengumpamakan seorang mu’min seperti seekor lebah dengan bersabda:
“Perumpamaan seorang mu’min adalah seperti seekor lebah, yang hinggap namun tidak 
mematahkan, yang makan namun tidak merusak, dan yang tidak mengeluarkan kecuali hal 
yang baik.”

Demikian sepuluh ciri kepribadian yang wajib dimiliki oleh setiap muslim agar hidupnya selamat 
baik di dunia dan di akhirat. 
Wallahu’alam bishshawwab.

Komentar