CUKUP

Salah satu cara untuk mencapai kedamaian adalah dengan memahami makna merasa berkecukupan.
Karena tak akan pernah merasa cukup walau telah diberi segala kesenangan hidup jika hati terus saja dibiarkan redup.
Tenang dengan yang telah dimiliki, alih-alih tak hentinya mengeluh dengan apa-apa yang belum atau tak bisa dipunyai.
Bahagia dengan hidup yang dijalani, alih-alih tak hentinya berandai dengan hidup yang orang lain arungi.
cukup..cukup..cukup.. 
Merasalah cukup..

#TulisanMisisDevi Minggu, 3 Februari 2019

--------------------------------------------------------------------------------------



Merasa cukup adalah makna lain dari bersyukur. Dia yang benar pandai dalam bersyukur, tahu benar bagaimana menguasai ilmu merasa berkecukupan. Karena yang terus merasa kurang sampai lupa menghargai apa-apa yang sudah dipunya, akan jauh dari nikmatnya rasa tenang yang dihasilkan dari rasanya berkecukupan.

Aku bisa bilang begini karena aku merasakannya, merasakan ketidaktenangan karena kurang pandainya aku memaknai rasa cukup. Aku terus merasa kurang, terus-terusan merasa kurang, jika telah punya A, aku ingin B. Jika sudah punya B aku ingin punya C. Jika A-Z sudah aku miliki, aku ingin A1-Z1, DAN SETERUSNYA. Dahaga yang tak pernah terpuaskan. Tak pernah merasa cukup.  Sampai akhirnya melupakan hal yang penting --> mensyukuri segala sesuatu yang telah dipunyai.

Kemudian sesuatu yang ekstrim terjadi dalam hidupku, aku menyebutnya sebagai kasih sayang Allah yang ingin mengingatkan aku, hambanya, yang lalai. Dia jelas tahu aku bebal akan nasehat manusia, sehingga Dia mencari cara terkeras namun memastikan aku bisa mengerti dan berubah tanpa harus menghancurkanku berkeping-keping, Oh Thanks God!

Dititik terendahku itulah mendadak hatiku yang terus merasa kurang mendadak Dia balikkan dengan kecukupan. Ditengah badai yang Dia tempatkan aku didalamnya, surprisingly, aku menemukan KETENANGAN. Ya Allah, ALLAHU AKBAR!

Sekarang, yang terus menghiasi hari dan hatiku adalah rasa syukur yang tak terhingga akan segala rejeki yang Dia telah titipkan padaku. Suami yang bisa aku urus. Anak yang bisa aku urus. Rumah dengan segala isinya yang bisa aku urus. Bisnis yang bisa aku urus. Organisasi yang bisa aku urus. Teman dan sahabat yang bisa aku urus. Waktu yang diberikan olehNya untuk bisa aku urus. Mashaallah, NIKMAT!

Iya, barulah sekarang aku bisa merasakan nikmatnya. Sejak sebelumnya aku merasa begitu tertekan dengan segala keinginan dan kekosonganku. Sejak sebelumnya aku merasa hatiku begitu jauh dari rasa damai dan tenang. Dia yang Maha Membolak-balikkan hati, mengembalikan kembali hatiku ke tempat yang benar, yaitu dekat denganNya. 

And darling, disini pula aku baru sadari makna dari hidayah. Dimana memang tak bisa sekonyong-konyong dimengerti dari nasehat terbaik atau peringatan terburuk, tapi hanya bisa jika Dia berkehendak memberikan pengertian yang bisa melunakkan hati yang mati sekalipun. Mashaallah.

Jadi nasehatku, jika kamu resah dan gelisah, coba untuk terus bersujud padaNya dan meminta bantuanNya. Biarkan Dia yang bekerja dengan caraNya untuk memberikan kebaikan untuk hati dan hidupmu. Untuk kamu bisa merasakan indahnya perasaan cukup.
Cukup dalam harta, cukup dalam waktu, cukup dalam kasih sayang, cukup dalam setiap aspek kehidupanmu. Inshaallah Khair ya :*

Love,

Komentar