Dua Tahun Yang Berat



Dua tahun terakhir menjadi tahun terberatku, dan mungkin tahun 2019 ini pun belum bisa dibilang akan mudah, karena aku akan terus membayar setiap kesalahan di masa lalu, tapi yang jelas aku rasa aku akan lebih kuat dari dua tahun sebelumnya.

Banyak hal yang terjadi, pergelutan dengan diri sendiri tentang apa yang benar dan yang salah dalam setiap pilihan. Penyesalan akan kegagalan demi kegagalan. Kekecewaan akan hal dan manusia yang tak sesuai dengan ekspektasi dan harapan.

Berat, benar-benar berat dikepala dan dihati. Sampai aku mengira aku akan kehilangan akal jika setiap masalah tidak sanggup aku hadapi dengan gagah berani. Dan jelas kabur bukanlah solusi. Karena menghadapi hanya satu-satunya jalan agar tak gila sendiri.

Dua tahun terakhir aku seperti berada dalam zona perang yang tak pernah aku inginkan. Pun tidak pernah aku mempersiapkan diri menghadapi "musuh" yang begitu menakutkan. Aku menghadapi diriku sendiri lengkap dengan segala yang tak kusukai di dalamnya, kelemahan. Sampai-sampai sulit bagiku untuk mencintai apa yang kulihat di cermin, saking tak lagi ku mempercayai diriku yang selama ini ku banggakan.

Ada kejadian dan manusia yang datang dan menghancurkan segala hal yang ku percaya saat itu. Tak ku percaya, aku membiarkan diriku rusak selama dua tahun berturut-turut. Hampir hilang semua cinta pada diriku sendiri. Pelan-pelan aku menjauhi semua hal baik yang menjadi bagian hidupku. Dalam diam aku mundur dari ranah pergaulan yang selama ini membuatku ingat siapa jati diriku. Hmmmm.... Dan sampai sekarang aku yakin, manusia ini bahkan tidak sadar telah menjatuhkan ku di titik terbawah dan membiarkanku membusuk disana. Pelajarannya, aku lebih hati-hati dalam memberikan kepercayaanku kepada orang lain. Pelajaran yang harus ku bayar dengan sangat mahal.

Sekarang, sambil terus berusaha mengais diriku yang berceceran, aku mulai kembali mengatur hidupku. Membetulkan mind set ku, dan menguatkan hatiku. Aku pun mulai lagi menulis. Saat dulu menulis hanya sebagai hobby atau sebatas pengisi waktu luang, sekarang menulis telah menjadi media healingku, dengan layar dan keyboard menjadi therapist pribadiku. Bukan di blog tentu saja, karena aku tak bisa benar-benar terbuka disana, walaupun begitu, aku akan mulai menyalurkan apa-apa yang bisa diceritakan dalam tulisan-tulisan yang bisa juga sebagai pembelajaran :)

Selamat membaca dan jangan ragu untuk leave your comment yaaaa..
I share and then we can talk..

Love,
Misis Devi
Kindly Follow Instagram : @misisdevi

Komentar